Rossi : Akhirnya Yamaha Penuhi Permintaanku
Valentino Rossi mengungkapkan bahwa Yamaha sudah bekerja dengan cara yang lebih cerdas. Permintaannya untuk memperbaiki performa motor mulai dituruti.
Valentino Rossi mengungkapkan bahwa Yamaha sudah bekerja dengan cara yang lebih cerdas. Permintaannya untuk memperbaiki performa motor mulai dituruti.
Rossi kesulitan di Yamaha dalam lebih dari dua tahun belakangan. Kemenangan terakhir yang dia raih di MotoGP 2017. Setelah itu, dia melewati 36 balapan berikutnya tanpa sekalipun menjadi yang tercepat.
Di MotoGP Inggris, Rossi menunjukkan perbaikan performa. Sejak latihan bebas ketiga, rider 40 tahun itu selalu menempati peringkat kedua.

Hasil itu membuat Rossi optimistis akan mampu bersaing untuk meraih podium, tapi malah berakhir dengan kekecewaan. The Doctor finis di posisi keempat di Silverstone akhir pekan lalu.
Pengamat top MotoGP Carlo Pernat mengatakan Valentino Rossi tak lagi mau ambil risiko dalam balapan. Dengan begini, Rossi akan sulit untuk bisa menang lagi.
Rider Monster Energy Yamaha itu masih mencari kemenangan pertamanya dalam lebih dari dua tahun. Terakhir kali Rossi naik podium tertinggi adalah saat menjuarai MotoGP Belanda 2017.
Seiring dengan usianya yang sudah mencapai 40 tahun dan kurang okenya performa motor M1, Rossi tercatat hanya delapan kali finis tiga besar sejak suksesnya di Assen. Di musim 2019 sendiri, Rossi baru dua kali podium, yang didapatnya di tiga balapan pertama. Setelah itu Rossi tiga kali retired dan mentok di posisi keempat, yang didapat di Austria dan Inggris.
Situs Bandarq merupakan orang yang melambungkan karier Rossi di balap motor. Pria yang pernah memanajeri Andrea Iannone tersebut meyakini Rossi belum habis, sekalipun hasil yang didapat tidak akan optimal.
"Saya pikir dia belum habis, saya melihat dia sebagai pria berusia 25 tahun dengan pergelangan tangan dan fisik pemuda berusia 25 tahun," Pernat mengatakan kepada GPOne. "Tapi faktanya, pikiran dia itu seperti pria berusia 40 tahun, dan itu artinya dia mengambil lebih sedikit risiko dan pergelangan tangannya merasakan hal ini."
"Saya melihat dia selalu mendekati podium, posisi dia di antara tiga dan enam dan dia tahu juga hal ini. Baru-baru ini, saya pikir dia meragukan dirinya sendiri, dia mampu menuntaskan latihan-latihan hebat meskipun dia tidak mampu mencapai targetnya di banyak balapan karena memang tidak mudah."
Pernat merupakan orang yang melambungkan karier Rossi di balap motor. Pria yang pernah memanajeri Andrea Iannone tersebut meyakini Rossi belum habis, sekalipun hasil yang didapat tidak akan optimal.
"Saya pikir dia belum habis, saya melihat dia sebagai pria berusia 25 tahun dengan pergelangan tangan dan fisik pemuda berusia 25 tahun," Pernat mengatakan kepada GPOne. "Tapi faktanya, pikiran dia itu seperti pria berusia 40 tahun, dan itu artinya dia mengambil lebih sedikit risiko dan pergelangan tangannya merasakan hal ini."
"Saya melihat dia selalu mendekati podium, posisi dia di antara tiga dan enam dan dia tahu juga hal ini. Baru-baru ini, saya pikir dia meragukan dirinya sendiri, dia mampu menuntaskan latihan-latihan hebat meskipun dia tidak mampu mencapai targetnya di banyak balapan karena memang tidak mudah."



0 Reviews:
Post Your Review